Mahasiswa FP Unila Diduga Dikeroyok Usai Kericuhan Parade, Keluarga Desak Polisi Usut Pelaku

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa FP Unila Diduga Dikeroyok Usai Kericuhan Parade, Keluarga Desak Polisi Usut Pelaku


berandalappung.com
— Raja Basa, kericuhan yang mewarnai Parade Universitas Lampung (Unila) 2026 menyisakan persoalan lain. Seorang mahasiswa Fakultas Pertanian (FP), Zuhri Azis Ibrahim, mengaku menjadi korban dugaan pengeroyokan setelah diminta keluar dari Gedung Serbaguna (GSG) Unila pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Zuhri, mahasiswa Jurusan Kehutanan angkatan 2024, mengatakan kekerasan terjadi setelah sebelumnya muncul perselisihan di dalam gedung. Perselisihan itu, menurut dia, bermula dari persoalan tempat duduk antarmahasiswa.

Situasi kemudian memanas setelah muncul penggunaan smoke bomb. Panitia meminta Zuhri dan mahasiswa yang terlibat perselisihan dengannya meninggalkan gedung.

Zuhri mengaku mengikuti permintaan tersebut karena mengira persoalan telah berakhir. Namun, sesaat setelah berada di luar gedung, ia justru didatangi sejumlah orang yang kemudian memukulinya.

“Saya keluar karena diminta panitia. Saya kira masalahnya sudah selesai. Tapi setelah berada di luar, saya justru didatangi dan dipukuli oleh beberapa orang,” kata Zuhri, Senin, 5 Oktober 2026.

Akibat kejadian itu, Zuhri mengaku mengalami luka pada sejumlah bagian tubuh, termasuk kepala, badan, dan kaki.

“Saya mengalami luka di bagian kepala, badan dan kaki. Saya tidak menyangka persoalannya sampai seperti ini,” ujarnya.

Zuhri kemudian memilih membawa perkara tersebut ke jalur hukum. Ia mengaku telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Labuhan Ratu dan Polresta Bandar Lampung.

Ia berharap polisi tidak berhenti pada penyelesaian kericuhan Parade Unila secara umum, tetapi juga mengusut dugaan kekerasan yang dialaminya secara khusus.

“Saya sudah melaporkan kejadian ini kepada polisi. Saya berharap kejadian yang saya alami benar-benar diusut dan siapa saja yang terlibat bisa diketahui,” kata dia.

Menurut Zuhri, perkara tersebut tidak semestinya dianggap sekadar bagian dari keributan antarmahasiswa.

Baca Juga :  Fasilitas Lapangan Unila Memprihatinkan, Humanika Bandar Lampung Soroti Anggaran 1,8 Milyar

“Saya ingin perkara ini jelas. Kalau memang ada yang melakukan pemukulan terhadap saya, saya berharap bisa diproses sesuai hukum,” ujarnya.

Kericuhan Bermula dari Tempat Duduk

Kericuhan terjadi dalam Parade Unila 2026 yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unila di GSG.

Yanuar Prayoga, mahasiswa Kelautan angkatan 2023 sekaligus koordinator lapangan FP, mengatakan persoalan bermula dari garis pembatas tempat duduk.

Menurut dia, situasi kemudian semakin panas setelah penggunaan smoke bomb, yang disebutnya tidak diperbolehkan dalam tata tertib kegiatan.

“Permasalahan awal ini dimulai dari garis tempat duduk yang selanjutnya pemicu utamanya adalah penggunaan smoke bomb, padahal dalam tata tertib tidak diperbolehkan,” ujar Yanuar.

Yanuar menyayangkan kericuhan tersebut. Menurut dia, Parade Unila semestinya menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas mahasiswa, bukan justru menjadi arena benturan antarfakultas.

“Sangat disayangkan pula terjadi kerusuhan dalam parade ini, padahal seharusnya parade ini mempererat solidaritas semua fakultas,” katanya.

Terkait dugaan pengeroyokan terhadap Zuhri, Yanuar mengatakan persoalan tersebut akan dibawa ke forum mediasi.

“Terkait kericuhan dan korban ini akan ditindaklanjuti dalam mediasi malam ini,” ujarnya.

Sementara itu, Rakan Guntur, mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2023 yang juga Menteri Kesenian dan Olahraga BEM Unila, mengaku prihatin atas kericuhan tersebut.

Baca Juga :  KKN di Palas Mahasiswa Terjun untuk Tingkatkan UMKM dan Lestarikan Budaya Lampung

Menurut Rakan, sebelumnya telah ada kesepakatan agar masing-masing pihak mematuhi tata tertib Parade Unila.

“Jelas saya miris. Karena Gubernur FISIP dan Gubernur FP pun sudah menandatangani kesepakatan di atas materai untuk tidak melanggar tata tertib. Tapi, pas hari H, massa yang mereka bawa malah melanggar tata tertib yang sudah dibuat,” kata Rakan.

Polisi Diharapkan Mengusut Secara Terpisah

Keluarga Zuhri mendesak kepolisian mengusut dugaan pengeroyokan tersebut secara terang. Mereka meminta perkara yang menimpa Zuhri tidak larut dalam penyelesaian kericuhan Parade Unila secara keseluruhan.

Bagi keluarga, ada dua persoalan yang perlu dibedakan: kericuhan dalam kegiatan mahasiswa dan dugaan kekerasan terhadap seseorang setelah keluar dari gedung.

Kini, laporan Zuhri menjadi persoalan lanjutan yang menunggu penanganan aparat penegak hukum.

Polisi diharapkan dapat mengidentifikasi siapa saja yang berada di lokasi, memeriksa saksi, menelusuri rekaman video maupun kamera pengawas jika tersedia, serta memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan Zuhri mengalami luka.

Bagi Zuhri, persoalannya sederhana: jika benar terjadi pemukulan, pelakunya harus ditemukan dan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum.

“Saya hanya ingin kejadian ini diusut secara terang. Saya ingin tahu siapa yang melakukan dan saya ingin mendapatkan keadilan,” kata Zuhri.(***)

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Pantai Tanjung Gading Punya Potensi Wisata, KKN UML Dorong Promosi dan Perhatian Infrastruktur
Lawan Limbah Dapur, Mahasiswa Malahayati Ajarkan Warga Tejo Agung Racik Sabun Eco-Enzyme
Kampus Unggul IIB Darmajaya Resmi Buka Program Doktor Informatika
Demo di Kejati Lampung, Mahasiswa Desak Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
HMPS Ilmu Pemerintahan UM Lampung Belajar Partisipasi Pemilih di KPU Kota Bandar Lampung
Jihan dan Marindo Duduk Bersama Pergerakan Mahasiswa, Siap Tindaklanjuti Aspirasi!
BEM FEB Unila Gelar Diskusi Terbuka Bahas Indonesia Emas 2045, Transisi Energi hingga Makan Bergizi Gratis
Gelar Aksi Demo, Aliansi Mahasiswa Lampung Gaungkan 8 Tuntutan Rakyat
Berita ini 161 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Mahasiswa FP Unila Diduga Dikeroyok Usai Kericuhan Parade, Keluarga Desak Polisi Usut Pelaku

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:25 WIB

Pantai Tanjung Gading Punya Potensi Wisata, KKN UML Dorong Promosi dan Perhatian Infrastruktur

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:51 WIB

Lawan Limbah Dapur, Mahasiswa Malahayati Ajarkan Warga Tejo Agung Racik Sabun Eco-Enzyme

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:50 WIB

Kampus Unggul IIB Darmajaya Resmi Buka Program Doktor Informatika

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:02 WIB

Demo di Kejati Lampung, Mahasiswa Desak Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Berita Terbaru

Screenshot

Pemerintahan

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:10 WIB