Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2026* Oleh: Dr. Budiyono, S.H., M.H.

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2026*
Oleh: Dr. Budiyono, S.H., M.H.

berandalappung.com- Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang sejarah lahirnya kesadaran bangsa. Lbih dari itu, hari ini adalah panggilan moral bagi seluruh anak bangsa untuk kembali menyalakan semangat persatuan, pengabdian, dan keberanian membangun Indonesia di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Dulu, para pendiri bangsa bangkit melawan penjajahan dengan keterbatasan ilmu, sarana, dan kekuatan. Namun mereka memiliki sesuatu yang jauh lebih besar: cinta kepada tanah air dan keyakinan bahwa bangsa ini harus berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa besar dunia. Dari ruang-ruang kecil pendidikan, organisasi, dan diskusi intelektual, lahirlah kesadaran kebangsaan yang kemudian mengubah sejarah Indonesia.

Hari ini, tantangan kita memang berbeda. Kita tidak lagi menghadapi penjajahan fisik, tetapi menghadapi ancaman yang tidak kalah besar: krisis integritas, melemahnya semangat persatuan, ketimpangan pendidikan, disrupsi teknologi, hingga lunturnya kepedulian sosial di tengah derasnya arus individualisme.

Karena itu, kebangkitan nasional di era modern harus dimulai dari kebangkitan moral, kebangkitan intelektual, dan kebangkitan kepedulian terhadap sesama.

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam proses tersebut. Kampus tidak boleh hanya menjadi tempat mengejar gelar dan prestasi akademik semata. Kampus harus menjadi ruang lahirnya karakter, integritas, keberanian berpikir, serta kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus hadir sebagai pelaku perubahan. Dosen bukan sekadar pengajar, tetapi penjaga nilai dan pembentuk peradaban. Sementara pemimpin perguruan tinggi harus mampu menghadirkan keteladanan, membangun budaya akademik yang sehat, dan memastikan kampus tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Baca Juga :  Buka Konferwil NU Ke - 11, Ketum PBNU : Lampung Istimewa

Sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Lampung, saya percaya bahwa kebangkitan sebuah bangsa selalu dimulai dari kebangkitan dunia pendidikan. Ketika pendidikan dibangun dengan integritas, ketika ilmu pengetahuan diarahkan untuk kemaslahatan masyarakat, dan ketika seluruh elemen kampus mampu berjalan bersama dalam semangat kolaborasi, maka dari situlah lahir harapan besar bagi masa depan Indonesia.

Universitas Lampung harus terus tumbuh menjadi kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang berkarakter, adaptif, inovatif, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat. Kampus harus hadir memberi solusi, memperkuat persatuan, serta menjadi cahaya bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Baca Juga :  Deras Penolakan Diskusi Rocky Gerung, BEM FEB Unila : Tetap Dilaksanakan

Hari Kebangkitan Nasional juga mengajarkan kepada kita bahwa perubahan besar tidak pernah lahir dari rasa pesimis. Perubahan lahir dari keberanian untuk bermimpi, keberanian untuk bekerja, dan keberanian untuk tetap menjaga harapan di tengah segala keterbatasan.

Karena itu, mari kita bangkit bersama. Bangkit dalam ilmu pengetahuan. Bangkit dalam integritas. Bangkit dalam kolaborasi. Dan bangkit dalam semangat pengabdian untuk Indonesia yang lebih maju, adil, dan bermartabat.

Sebab sesungguhnya, masa depan bangsa ini tidak ditentukan oleh siapa yang paling kuat, tetapi oleh siapa yang paling tulus mengabdi untuk negeri.

“Kebangkitan Nasional adalah tentang keberanian menyalakan harapan, menjaga persatuan, dan mengabdikan ilmu demi kemajuan bangsa.”

*Bandar Lampung, 20 Mei 2026*
Dr. Budiyono, S.H., M.H.(***)

Editor : alex jefri

Berita Terkait

Massa Aliansi TRIGA Akan Kepung Kementerian PUPR dan INA, Desak Pembatalan Kenaikan Tarif Tol Bakter
Dihadapan Ratusan SPPI, Pangdam XXI/RI Ungkap Kunci Kepemimpinan Sejati
31 Wartawan dinyatakan Kompeten pada UKW PWI ke-38 Tahun 2026
Sunyi di RS Urip Sumoharjo, Setelah Qori Meninggal Dunia.
Wajah Baru Radin Inten: Memungut Harapan di Bibir Pantai Lampung
Angkon Muakhi Satukan Persaudaraan Adat, PYM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong dan Gubernur Lampung Teguhkan Komitmen Lestarikan Budaya
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjend. TNI Kristomei Sianturi dan Ansyori Sabak Angkon Muakhi, Tegaskan Persatuan dalam Keberagaman
Mirza Tinjau PHC di Lampung Timur, Dorong Petani Tingkatkan Hasil Panen dan Kesejahteraan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:42 WIB

Massa Aliansi TRIGA Akan Kepung Kementerian PUPR dan INA, Desak Pembatalan Kenaikan Tarif Tol Bakter

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:10 WIB

Dihadapan Ratusan SPPI, Pangdam XXI/RI Ungkap Kunci Kepemimpinan Sejati

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:40 WIB

Sunyi di RS Urip Sumoharjo, Setelah Qori Meninggal Dunia.

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:15 WIB

Wajah Baru Radin Inten: Memungut Harapan di Bibir Pantai Lampung

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:01 WIB

Angkon Muakhi Satukan Persaudaraan Adat, PYM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong dan Gubernur Lampung Teguhkan Komitmen Lestarikan Budaya

Berita Terbaru