Potensi Karbon Hutan Lampung Menggiurkan, DPRD Soroti Mandeknya Regulasi Daerah

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potensi karbon hutan di Provinsi Lampung dinilai sangat menjanjikan dan memiliki nilai ekonomi tinggi yang dapat menjadi sumber pendapatan baru daerah, sekaligus berkontribusi nyata dalam pengendalian emisi gas rumah kaca. Namun, peluang strategis tersebut hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal akibat mandeknya regulasi dan ketiadaan kebijakan teknis di tingkat daerah.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, menegaskan bahwa Lampung memiliki kawasan hutan yang masih berfungsi dengan baik dan menyimpan potensi besar untuk dikembangkan dalam skema perdagangan karbon. Menurutnya, pengelolaan karbon dapat menjadi jalan tengah antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Ketika Nurani Tertinggal di Dapur MBG

“Ini sebenarnya peluang besar. Karbon memiliki nilai ekonomi tinggi, sekaligus berdampak positif terhadap pengendalian emisi dan pelestarian hutan,” ujar Mikdar (19/1).

Ia menilai, optimalisasi karbon hutan dapat mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan tanpa harus merusak ekosistem. Namun hingga 2025, Provinsi Lampung belum memiliki peraturan daerah maupun aturan teknis yang secara spesifik mengatur mekanisme pemanfaatan dan pengelolaan karbon.

“Regulasinya belum jelas. Peraturan daerahnya belum ada, begitu juga aturan teknis pelaksanaannya. Kalau kebijakan turunannya belum disiapkan, tentu daerah akan kesulitan untuk bergerak,” tegasnya.

Mikdar menyebut ketidakjelasan regulasi tersebut menjadi hambatan utama yang membuat potensi karbon Lampung belum dapat dikonversi menjadi manfaat ekonomi nyata bagi daerah. Padahal, dengan kepastian hukum dan dukungan kebijakan yang kuat, sektor karbon berpotensi menjadi alternatif pendapatan daerah yang berkelanjutan sekaligus memperkuat komitmen Lampung terhadap agenda lingkungan.

Baca Juga :  Syukron Ajak Karang Taruna Bangun Pringsewu

Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk segera menyusun regulasi yang komprehensif serta memperkuat koordinasi lintas sektor agar peluang ekonomi hijau ini tidak terlewatkan.

“Kita akan terus mendorong kejelasan kebijakan ini, karena menyangkut masa depan hutan sekaligus potensi ekonomi daerah,” pungkas Mikdar.

Berita Terkait

Sepi di Hari Pertama, Belum Ada yang Berani Mengetuk Pintu Demokrat Lampung
Handitya Narapati Siap Nahkodai Golkar Bandarlampung, 15 PK dan AMPG Solid Dukung
Ketua DPRD Lampung: Munas HIPMI 2026 Jadi Momentum Promosi Potensi dan Investasi Daerah.
Ketua DPRD Lampung Optimistis Kepemimpinan Baru BGN Perkuat Program Gizi Nasional
Wartawan Kandidat Diduga Terkena Intimidasi Verbal Keluarga Robiatul Adawiyah
PAN Bandar Lampung Bidik 8 Kursi, Antara Ambisi Elektoral dan Ujian Kerja Nyata
Agus Djumadi Klaim Siap Tampung Aspirasi Warga Bandar Lampung
“Temuan BPK Rp1,2 Miliar Mengendap 10 Bulan, AJP Ingatkan Ancaman Pidana di Sekretariat DPRD Lambar”
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:59 WIB

Sepi di Hari Pertama, Belum Ada yang Berani Mengetuk Pintu Demokrat Lampung

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:13 WIB

Handitya Narapati Siap Nahkodai Golkar Bandarlampung, 15 PK dan AMPG Solid Dukung

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:43 WIB

Ketua DPRD Lampung: Munas HIPMI 2026 Jadi Momentum Promosi Potensi dan Investasi Daerah.

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:48 WIB

Ketua DPRD Lampung Optimistis Kepemimpinan Baru BGN Perkuat Program Gizi Nasional

Rabu, 22 April 2026 - 14:24 WIB

Wartawan Kandidat Diduga Terkena Intimidasi Verbal Keluarga Robiatul Adawiyah

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Selamat, Birokrat Tubaba ke Jantung Kota Metro

Jumat, 12 Jun 2026 - 18:08 WIB