Harimau Sumatera Kembali ‘Berkata’ di TNBBS: Warga Lampung Barat Tewas Diterkam

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 06:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harimau Sumatera Kembali ‘Berkata’ di TNBBS: Warga Lampung Barat Tewas Diterkam

 

 

berandalappung.com— Lampung Barat, tragedi kelam kembali terulang di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Ujang Syamsudin (35), warga Pemangku Sinar Harapan, Pekon Suoh, ditemukan tewas mengenaskan pada Kamis, 7 Agustus 2025, pukul 20.40 WIB. Luka-luka parah yang membentuk pola cakaran dan gigitan jelas mengindikasikan serangan Harimau Sumatera.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Balai TNBBS atau aparat penegak hukum. Namun, tragedi ini bukan sekadar nasib naas ia adalah cermin krisis konservasi yang semakin parah.

Latar Belakang Konflik Saat Alam Sakit, Nyawa Manusia Jadi Taruhan

Kawasan TNBBS telah lama menanggung beban perambahan ilegal yang membabi buta. Kepala Balai Besar TNBBS, Hifzon Zawahiri, secara tegas menyebut bahwa pembukaan lahan ilegal adalah penyebab utama konflik manusia satwa di Lampung Barat. Setiap pohon yang tumbang berarti habitat harimau menyempit, pakan alami berkurang, dan ruang hidup pun hilang .

Baca Juga :  Lampung sebagai Lumbung Jagung Nasional Inovasi Jadi Syarat Mutlak di Tengah Persaingan Global

Dalam rentang Februari 2024 hingga Mei 2025, setidaknya lima serangan Harimau Sumatera terjadi di wilayah ini, menyebabkan lima orang tewas dan satu orang mengalami luka berat. Kasus terbaru menimpa Sudarso (59), seorang perambah asal Grobogan, Jawa Tengah, yang jasadnya ditemukan mengenaskan hanya 50 meter dari pondoknya di zona rehabilitasi TNBBS .

Masalah tidak berhenti pada deforestasi perburuan dan jerat terhadap satwa mangsa harimau seperti babi hutan turut menguras sumber makanan alami mereka. Akibatnya, harimau nekat keluar habitat untuk berburu, kadang kali mengenai ternak, atau bahkan manusia .

Upaya mitigasi telah dilakukan kamera jebak (camera trap), pemasangan kandang perangkap, patroli, dan penyuluhan kepada warga. Namun, setiap langkah seperti mengejar bayang, saat akar masalah alih fungsi lahan dan kepemilikan ilegal dalam zona konservasitetap dibiarkan .

Baca Juga :  KPU Kota Bandar Lampung Diduga 'Sunat' Uang Transport KPPS

Sejarah longgar pengelolaan kawasan juga berkontribusi sejak era Belanda hingga sekarang, ratusan ribu orang menduduki lahan dalam TNBBS sekitar 127.000 jiwa membangun gubuk dan lahan pertanian di dalam hutan nasional menerjemahkan ketegasan konservasi hanya jadi kata di atas kertas .

Tanggapan Greenpeace Indonesia

Greenpeace Indonesia dengan tegas mengecam setiap bentuk alih fungsi lahan dalam kawasan konservasi. Mereka menuntut perlindungan ketat, restorasi habitat, serta penegakan hukum tanpa kompromi sebagai tanggung jawab ekologis dan moral.

Kematian Ujang Syamsudin bukan satu insiden terpisah, melainkan alarm besar manakala hutan tak lagi menjadi rumah, konflik pun akan terus berulang. Ini bukan sekadar korban manusia, melainkan kegagalan sistem konservasi di mana yang teralat bukan satwa, melainkan kita sendiri.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Hangatkan Kebersamaan, Rutan Kelas I Bandar Lampung Laksanakan Sholat Iduladha 1447 H dengan Hikmat
Tiga Asosiasi Media Lampung Satukan Barisan, Awasi Implementasi MBG
Air Mati, Fasilitas Nihil Developer Perumahan Batara Satu Disorot Warga
Wira Garden Perkuat Sistem Keamanan Pasca Insiden 1 April 2026
Dua Mahasiswi Unila Hanyut di Wira Garden, Alarm Keras Lemahnya Sistem Peringatan Wisata Alam
Pengelola Wira Garden Tanggap Darurat Cepat, Dukung Penuh Pencarian Korban
Ketua DPRD dan Gubernur Lampung Dampingi Kapolri Tinjau Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni
RSUD Abdul Moeloek Tetap Siaga di Libur Lebaran 2026
Berita ini 138 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:13 WIB

Hangatkan Kebersamaan, Rutan Kelas I Bandar Lampung Laksanakan Sholat Iduladha 1447 H dengan Hikmat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:00 WIB

Tiga Asosiasi Media Lampung Satukan Barisan, Awasi Implementasi MBG

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:17 WIB

Air Mati, Fasilitas Nihil Developer Perumahan Batara Satu Disorot Warga

Kamis, 16 April 2026 - 20:18 WIB

Wira Garden Perkuat Sistem Keamanan Pasca Insiden 1 April 2026

Kamis, 2 April 2026 - 08:25 WIB

Dua Mahasiswi Unila Hanyut di Wira Garden, Alarm Keras Lemahnya Sistem Peringatan Wisata Alam

Berita Terbaru