“Pelantikan Sekda Lamteng, Sandiwara Dinasti di Panggung Birokrasi”

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Juni 2025 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Pelantikan Sekda Lamteng, Sandiwara Dinasti di Panggung Birokrasi”

berandalappung.com— Gunungsugih, 10 Juni 2025. Di tengah sorotan publik atas pentingnya reformasi birokrasi, Kabupaten Lampung Tengah justru menampilkan sebuah ironi pahit: pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) yang sarat kontroversi dan tudingan nepotisme.

Selasa siang, pukul 13.00 WIB, di Balai Sesat Agung Nuwo Balak, tempat yang dulunya menjadi simbol pemersatu adat berubah menjadi panggung politik kekeluargaan. Di sanalah Bupati Ardito Wijaya melantik Welly Adiwantra sebagai Sekda definitif. Yang menjadi soal, Welly adalah adik ipar sang bupati.

Tak pelak, pelantikan ini menuai kritik tajam dari berbagai kalangan, salah satunya dari Rosim Nyerupa, Pemerhati Politik dan Pemerintahan Daerah. Dalam pernyataan tertulisnya yang diterima redaksi, Rosim menyebut peristiwa ini sebagai “Ritual Kekuasaan” yang menandai peresmian dinasti dalam birokrasi lokal.

“Ini bukan sekadar pelantikan pejabat, ini pewarisan kekuasaan. Bupati bukan lagi kepala daerah, tapi raja lokal. Sekda bukan pejabat profesional, tapi panglima istana,” tulis Rosim dengan nada getir.

Baca Juga :  Rekam Jejak Welly Adiwantra Calon Sekda Lampung Tengah, Namanya Pernah Terseret Dalam Skandal Rekrutmen Honorer Fiktif di Kota Metro

Rosim menyebut proses seleksi jabatan Sekda yang dilalui Welly sebagai “sandiwara seleksi terbuka”, yang sejak awal dinilai sarat rekayasa. Menurutnya, publik sudah bisa menebak arah permainan kekuasaan begitu nama-nama calon mulai bermunculan.

“Yang terjadi hari ini bukan hasil seleksi objektif. Ini keputusan politik yang ditentukan di ruang makan keluarga, bukan ruang sidang pansel,” katanya.

Lebih jauh, Rosim menyoroti hilangnya semangat reformasi birokrasi di bawah kepemimpinan Ardito Wijaya. Ia menyebut sejak awal menjabat, Ardito tak menunjukkan komitmen terhadap prinsip-prinsip pemerintahan bersih dan good governance.

“Ironis, Isu jual beli jabatan berhembus kencang, tapi tak pernah dibantah secara tegas di forum-forum resmi. Bupati lebih memilih diam, dan sekarang malah menjadikan adiknya sebagai panglima birokrasi,” tegasnya.

Baca Juga :  Air Mati, Fasilitas Nihil Developer Perumahan Batara Satu Disorot Warga

Bagi Rosim, pelantikan Welly adalah puncak dari rangkaian pembusukan birokrasi yang dilakukan secara sistematis. Sumpah jabatan, katanya, bukan lagi janji kepada negara, tapi sekadar pengesahan atas relasi darah dalam struktur pemerintahan.

“Kita sedang menyaksikan lahirnya kerajaan kecil di tengah demokrasi lokal. Ini bukan soal suka atau tidak suka, ini soal etika publik dan penghinaan terhadap profesionalisme ASN,” pungkasnya.

Dalam konteks otonomi daerah, kewenangan kepala daerah memang besar. Tapi publik pun tak bisa dilarang untuk mengawasi, mengkritik, bahkan mencurigai jika keputusan-keputusan birokrasi mulai berbau nepotisme.

Karena jika birokrasi hanya jadi perpanjangan tangan keluarga, maka jangan heran jika yang tumbuh bukan pelayanan publik, melainkan dinasti. Dan dinasti, seperti sejarah berkali-kali mengajarkan kita, tak pernah lahir dari demokrasi, melainkan dari kekuasaan yang ingin kekal di satu meja makan.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Tiga Asosiasi Media Lampung Satukan Barisan, Awasi Implementasi MBG
Air Mati, Fasilitas Nihil Developer Perumahan Batara Satu Disorot Warga
Wira Garden Perkuat Sistem Keamanan Pasca Insiden 1 April 2026
Dua Mahasiswi Unila Hanyut di Wira Garden, Alarm Keras Lemahnya Sistem Peringatan Wisata Alam
Pengelola Wira Garden Tanggap Darurat Cepat, Dukung Penuh Pencarian Korban
Ketua DPRD dan Gubernur Lampung Dampingi Kapolri Tinjau Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni
RSUD Abdul Moeloek Tetap Siaga di Libur Lebaran 2026
PWI Lampung Santuni Anak Yatim dan Terima Sertifikat Tanah Kantor, Lampung Siap Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:00 WIB

Tiga Asosiasi Media Lampung Satukan Barisan, Awasi Implementasi MBG

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:17 WIB

Air Mati, Fasilitas Nihil Developer Perumahan Batara Satu Disorot Warga

Kamis, 16 April 2026 - 20:18 WIB

Wira Garden Perkuat Sistem Keamanan Pasca Insiden 1 April 2026

Kamis, 2 April 2026 - 08:25 WIB

Dua Mahasiswi Unila Hanyut di Wira Garden, Alarm Keras Lemahnya Sistem Peringatan Wisata Alam

Kamis, 2 April 2026 - 06:34 WIB

Pengelola Wira Garden Tanggap Darurat Cepat, Dukung Penuh Pencarian Korban

Berita Terbaru