Sekenario Bupati Perjuangkan Adik Ipar Jadi Sekda Lampung Tengah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 7 Mei 2025 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekenario Bupati Perjuangkan Adik Ipar Jadi Sekda Lampung Tengah

Sekenario Bupati Perjuangkan Adik Ipar Jadi Sekda Lampung Tengah

berandalappung.com Lampung Tengah, 7 Mei 2025 Pemerhati politik dan pemerintahan daerah, Rosim Nyerupa, S.IP, menyarankan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, untuk langsung melantik Welly Adi Wantra, S.STP., M.M. sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) tanpa menunggu proses seleksi rampung. Saran bernada sarkastik ini disampaikan menyusul munculnya dugaan ketidaknetralan dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekda Kabupaten Lampung Tengah.

Hal ini merespon proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Tengah kini berada dalam sorotan tajam publik. Pasalnya, Welly Adi Wantra, S.STP., M.M.—yang tidak lain adalah adik ipar Bupati Ardito Wijaya—muncul sebagai peraih nilai tertinggi dalam tahap administrasi dan rekam jejak. Fakta ini memantik pertanyaan mendasar: benarkah proses seleksi ini berlandaskan prinsip meritokrasi, atau hanya sekadar formalitas birokratis yang melegitimasi skenario yang telah ditentukan ?

Menurut hasil penilaian Pansel, Welly mencatat skor 90 poin dalam verifikasi administrasi dan rekam jejak, setara 18 poin dari total bobot 20%. Sementara itu, empat kandidat lain yang notabene juga memiliki rekam jejak kuat, tertinggal jauh. Tahapan seleksi kompetensi saat ini masih berlangsung, namun publik sudah mulai mencium aroma ketidaknetralan.

Baca Juga :  KPK Bongkar Dugaan Kendali Proyek Bupati Lampung Tengah

Nepotisme yang Terselubung dalam Jubah Meritokrasi

Dalam kajian *Public Administration*, konsep *merit system* seharusnya menjadi fondasi rekrutmen pejabat publik. Namun, ketika hubungan kekerabatan menjadi variabel dominan dalam hasil seleksi, maka proses tersebut tidak lagi merit-based, melainkan patronase, sebuah bentuk nepotisme struktural yang membajak prinsip-prinsip *good governance*.

Pemerhati pemerintahan daerah, Rosim Nyerupa, bahkan secara sarkastik menyatakan bahwa Bupati sebaiknya langsung melantik adik iparnya tanpa basa-basi seleksi. Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Dalam praktik administrasi negara, relasi kekuasaan yang bercampur dengan ikatan keluarga seringkali memunculkan *conflict of interest*, melemahkan akuntabilitas birokrasi, dan memperkuat oligarki lokal.

Nepotisme, sebagaimana dikritisi dalam teori *Political Economy of Corruption*, adalah bentuk korupsi yang paling subtil namun berdaya rusak tinggi. Ia tidak mencuri uang rakyat secara langsung, tapi merampas hak-hak kandidat lain yang lebih layak, dan membajak kepercayaan publik terhadap institusi.

Tak hanya itu, Max Weber dalam teorinya tentang *bureaucratic rationality* menegaskan bahwa birokrasi modern harus dijalankan secara impersonal dan berlandaskan kompetensi. Ketika birokrasi dikooptasi oleh loyalitas pribadi dan relasi kekeluargaan, maka sistem tersebut kehilangan rasionalitasnya dan berubah menjadi alat kekuasaan privat.

Baca Juga :  Semarak HUT PMI ke-79, Pemprov Lampung Apresiasi Pendonor Darah dan Dorong Kepedulian Sosial

Seleksi atau Skenario?

Jika proses seleksi hanya dijadikan instrumen legal-formal untuk memoles keputusan yang sudah “dijodohkan” dari awal, maka ini merupakan bentuk *window dressing* sebuah manipulasi prosedural untuk menutupi keputusan politis. Hal ini bertentangan dengan *transparency principle* dalam tata kelola pemerintahan modern.

Lebih berbahaya lagi, bila aktor politik lokal merasa bisa mengangkat kerabatnya tanpa konsekuensi hukum maupun sosial, maka kita tengah menyaksikan institusionalisasi nepotisme sebagai norma baru dalam birokrasi daerah. Dan ketika nepotisme menjadi struktur, bukan lagi anomali, maka reformasi birokrasi bisa dianggap gagal total.

Catatan Kritis untuk Panitia Seleksi dan Masyarakat Sipil

Panitia seleksi harus sadar bahwa publik tidak lagi buta. Independensi Pansel bukan hanya soal prosedur, tapi keberanian moral untuk mengatakan “tidak” pada intervensi kekuasaan. Sementara itu, masyarakat sipil harus aktif mengawal, mengkritik, dan mendesak keterbukaan informasi publik dalam setiap tahapan seleksi.

Sekda bukan sekadar jabatan administratif. Ia adalah jantung operasional pemerintahan daerah. Bila jantung ini dikendalikan oleh orang yang dipilih bukan karena kemampuan, melainkan karena hubungan darah, maka yang sakit bukan hanya sistem tapi masa depan daerah itu sendiri.

Editor : Alex Jefri

Berita Terkait

PANGDAM XXI/RI IMBAU WARGA TETAP TENANG, SIAGA PASUKAN HADAPI AKTIVITAS ANAK KRAKATAU
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan
Angin Berubah, Debu Anak Krakatau Bergeser Ke Banten Jabar, Aprozi Minta Posko 1X24 Jam
RDUDAM Gelar Wabinar P2KB
Pemprov Lampung Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan dari detik.com
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Desak Aparat Penegak Hukum Berantas Peredaran Senpi Ilegal di Lampung Utara
Bengkel Sastra: Ari Pahala Jelaskan Teori Eliot Tentang Puisi yang Baik
Angkasa Pura Bandara Radin Inten II Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
Berita ini 1,175 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 05:58 WIB

Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan

Senin, 7 September 2026 - 05:54 WIB

Angin Berubah, Debu Anak Krakatau Bergeser Ke Banten Jabar, Aprozi Minta Posko 1X24 Jam

Selasa, 1 September 2026 - 06:05 WIB

RDUDAM Gelar Wabinar P2KB

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Pemprov Lampung Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan dari detik.com

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Desak Aparat Penegak Hukum Berantas Peredaran Senpi Ilegal di Lampung Utara

Berita Terbaru

Hukum

Ada Apa? Welly Mendadak Cabut Praperadilan

Jumat, 11 Sep 2026 - 10:18 WIB

Pendidikan

Disdikbud Lampung Imbau Sekolah Gelar Sholat Istisqo

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:13 WIB

Screenshot

Peristiwa

Kemarau Memanjang, Pemprov Lampung Ketuk Pintu Langit

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:23 WIB