Sekdaprov: Pemprov Lampung Perkuat Biro Perekonomian, Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Inovatif

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat peran Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Lampung sebagai pengendali, pengintegrasi, dan akselerator pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, mandiri, dan inovatif.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan saat memimpin Rapat Penguatan Peran Biro Perekonomian sebagai Pengendali, Pengintegrasi, dan Akselerator Pertumbuhan Ekonomi Lampung yang Inklusif, Mandiri, dan Inovatif, di Ruang Kerja Sekda, Jumat (28/8/2026).

Marindo mengatakan, Biro Perekonomian memiliki posisi strategis karena tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga berperan mengoordinasikan berbagai kebijakan ekonomi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

Menurutnya, jika Biro Organisasi berperan memastikan tata kelola internal pemerintahan, maka Biro Perekonomian memiliki cakupan yang lebih luas dalam memastikan tata kelola ekonomi eksternal melalui koordinasi dengan perangkat daerah maupun stakeholder terkait.

“Biro Ekonomi ini lebih luas lagi. Kalau Biro Organisasi memastikan tata kelola internal, Biro Ekonomi memastikan tata kelola eksternal dalam hal ekonomi,” ujar Marindo.

Ia menjelaskan, penguatan Biro Perekonomian sejalan dengan misi pertama pembangunan Provinsi Lampung, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan inovatif.

Untuk itu, Marindo meminta Biro Perekonomian tidak sekadar menjalankan rutinitas rapat dan administrasi, tetapi mampu menghasilkan analisis serta rekomendasi yang dapat digunakan pimpinan dalam mengambil kebijakan secara cepat dan tepat.

Marindo memaparkan lima peran strategis yang perlu diperkuat Biro Perekonomian.

Pertama, sebagai economic intelligence, yakni mampu membaca kondisi dan perkembangan ekonomi sebelum kebijakan ditetapkan. Biro Perekonomian diharapkan menjadi sumber economic briefing bagi Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda, asisten, dan staf ahli, khususnya terkait indikator penting seperti pertumbuhan ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Kedua, sebagai economic policy hub yang mengintegrasikan kebijakan lintas perangkat daerah. Biro Perekonomian diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebijakan dan program ekonomi yang dijalankan perangkat daerah, seperti sektor pertanian, energi dan sumber daya mineral, ketahanan pangan, serta perindustrian dan perdagangan.

Baca Juga :  Paskibraka Provinsi Lampung 2025 Siap Jalankan Tugas di HUT RI Ke-80

Ketiga, sebagai economic control, yakni menjadi sistem peringatan dini atau early warning system terhadap berbagai indikator ekonomi strategis.

Dalam konteks tersebut, Marindo mendorong Biro Perekonomian membangun dashboard ekonomi Lampung yang mampu menyajikan perkembangan indikator secara harian, mingguan, dan bulanan, dengan sistem penanda kondisi seperti merah, kuning, dan hijau.

Dashboard tersebut, menurutnya, tidak hanya memuat perkembangan inflasi dan harga komoditas, tetapi juga investasi, ekspor, kinerja BUMD, pertumbuhan ekonomi, serta indikator strategis lainnya.

Keempat, Biro Perekonomian harus berperan sebagai economic problem solver. Setelah mampu membaca indikator dan memberikan alarm, Biro Perekonomian harus dapat menyusun rekomendasi penyelesaian terhadap berbagai persoalan ekonomi yang muncul.

Marindo mencontohkan persoalan kenaikan harga komoditas pangan. Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis Biro Perekonomian, pemerintah dapat segera melakukan intervensi melalui perangkat daerah terkait.

Ia menilai langkah intervensi pasar yang dilakukan Dinas Perindustrian pada periode sebelumnya menunjukkan pentingnya sistem peringatan dini dan respons cepat pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.

“Ketika saya rapat inflasi, harga beras naik. Dari data series minggu ke minggu, kita itu harusnya inflasi tinggi. Tapi karena Dinas Perindustrian melakukan intervensi dengan melaksanakan penetrasi pasar, ternyata asumsi itu tidak menjadi kenyataan. Malah kita deflasi,” jelasnya.

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, harus menjadi pembelajaran agar respon terhadap perkembangan ekonomi dapat dilakukan lebih cepat dan berbasis data.

Kelima, Biro Perekonomian harus memastikan setiap kebijakan yang dilakukan pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Baca Juga :  Spesial Hari Kartini 2026: Saatnya Wanita Indonesia Prioritaskan Kesehatan

Marindo menegaskan, Biro Perekonomian bukan perangkat daerah teknis yang mengambil alih tugas OPD lainnya. Sebaliknya, Biro Perekonomian harus menjadi pusat analisis dan kendali yang mampu membaca persoalan lebih awal, mengintegrasikan kebijakan, menggerakkan perangkat daerah, serta memastikan kebijakan ekonomi menghasilkan dampak.

“Biro Ekonomi itu harus menjadi mata, otak, ruang kendali ekonomi Gubernur, Sekda, dan Wagub. Membaca masalah lebih awal, mengintegrasikan kebijakan, menggerakkan OPD, dan memastikan kebijakan ekonomi ini benar-benar menghasilkan dampak,” tegasnya.

Marindo juga menekankan pentingnya penguatan analisis terhadap dampak ekonomi dari berbagai program pemerintah.

Menurutnya, setiap program harus dapat diukur kontribusinya terhadap peningkatan produktivitas, nilai tambah, dan pertumbuhan ekonomi.

Ia mencontohkan berbagai program di sektor pertanian yang saat ini sudah mulai dapat dihitung dampaknya terhadap perekonomian, termasuk program dryer dan POC. Ke depan, analisis serupa perlu dilakukan terhadap program di sektor kelautan dan perikanan maupun sektor lainnya.

Menurut Marindo, target pertumbuhan ekonomi Lampung hingga mencapai 8 persen pada akhir masa jabatan kepala daerah pada 2030 bukan sesuatu yang mustahil. Namun, target tersebut membutuhkan perencanaan, pengukuran dampak, koordinasi lintas sektor, serta respon kebijakan yang tepat.

Lebih lanjut, Marindo meminta jajaran Biro Perekonomian memperkuat budaya briefing secara rutin agar berbagai persoalan ekonomi dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.

Ia berharap Biro Perekonomian mampu menjalankan fungsi strategisnya secara lebih proaktif dan menghasilkan informasi yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan pimpinan.

“Mudah-mudahan Biro Ekonomi seperti yang diharapkan, dapat menjadi mata dan telinga ekonomi bagi Pemerintah Provinsi Lampung,” pungkasnya.

Berita Terkait

Sekdaprov: Dorong Pendidikan Hingga Kelas Migran Vokasi, Rakernas I APTISI 2026, Perguruan Tinggi Motor Pembangunan Daerah
Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen
Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran
“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”
Sekdaprov dan Ketua DWP Agnesia Ikuti Krakatau Run 2026 Perkuat Sport Tourism, Festival Krakatau XXXV
Detik Apresiasi Pendidikan Lampung, Inovasi Jadi Pembeda
Pemprov Lampung Raih Anugerah Pembangunan Terpuji, Gubernur Mirza: Pendidikan Jadi Kunci Kemajuan
Gubernur Mirza: Penguatan Satlinmas sebagai Pilar Keamanan dan Perlindungan Masyarakat Lampung
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:45 WIB

Sekdaprov: Dorong Pendidikan Hingga Kelas Migran Vokasi, Rakernas I APTISI 2026, Perguruan Tinggi Motor Pembangunan Daerah

Jumat, 18 September 2026 - 16:10 WIB

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Rabu, 9 September 2026 - 16:10 WIB

Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran

Senin, 7 September 2026 - 13:27 WIB

“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Sekdaprov dan Ketua DWP Agnesia Ikuti Krakatau Run 2026 Perkuat Sport Tourism, Festival Krakatau XXXV

Berita Terbaru

Screenshot

Pemerintahan

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:10 WIB

Pendidikan

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:40 WIB