Mengenal 4 Prinsip Kerja Orang Jepang yang Bikin Sukses, Kamu Bisa Ikut Terapkan!

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Mei 2025 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

berandalappung.com— Jepang, adalah negara maju yang memiliki sumber daya mumpuni hingga menjadi salah satu negara dengan industri raksasa di Asia. Hal ini tidak terlepas dari budaya yang diterapkan masyarakat Jepang, seperti disiplin dan memiliki etos kerja tinggi.

Masyarakat Jepang juga menerapkan empat prinsip di lingkungan kerja yaitu bushido, makoto, kaizen, dan keishan. Keempat prinsip ini juga bisa diterapkan oleh kamu juga! Berikut penjelasan selengkapnya mengenai keempat prinsip kerja yang diterapkan di Jepang.

1. Bushido

Mengutip Global Business Network Inc, Bushido adalah kode etik kesatriaan yang sudah ada sejak zaman dulu. Prinsip kerja seperti kesatria ini diwariskan dari satu generasi ke generasi lain dan masih diterapkan sampai saat ini.

Hasilnya, masyarakat Jepang memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya. Apapun tugas yang diberikan kepadanya, orang tersebut akan mengerjakannya penuh tanggung jawab dan selesai tepat waktu.

Dalam Kimono Tea Ceremony Maikoya dijelaskan, penerapan prinsip Bushido zaman feodal Jepang adalah prajurit yang berani dan tidak takut mati. Ada tujuh aturan Bushido yaitu kebenaran, kesetiaan, kehormatan, rasa hormat, kejujuran, keberanian, dan konsistensi.

Keberanian: keadilan adalah kebaikan paling penting bagi manusia. Seseorang prajurit tidak akan menyerang orang lain tanpa alasan jelas.
Kesetiaan: Seorang prajurit harus setia kepada tuannya.
Kehormatan: Bagi masyarakat Jepang, hidup tanpa kehormatan bukanlah hidup yang sesungguhnya.
Rasa Hormat: Dulu, seorang prajurit yang berhasil mengalahkan lawannya harus menghormatinya sebelum dan sesudah pertempuran.
Kejujuran: Jujur adalah sifat utama yang harus dimiliki semua manusia.
Keberanian: Manusia akan berjuang sampai akhir dan tidak takut terhadap apapun.
Konsistensi: Manusia seperti seekor capung yang bergerak maju tidak pernah melihat ke belakang.
Semua aturan di atas bisa diterapkan dalam kehidupan masa kini menyesuaikan perubahan yang ada.

Baca Juga :  Memompa Kreativitas Menulis Bagi Emak-Emak

2. Makoto

Prinsip kedua adalah Makoto, yaitu konsep moral berupa kerja keras dan menjaga semangat kerja. Masyarakat Jepang sangat memegang teguh prinsip Makoto sampai saat ini yang dibuktikan dengan perkataan dan perbuatan.

Makoto menekankan pentingnya semangat kerja, kejujuran, dan ketulusan. Orang Jepang bekerja dengan hati yang tulus tidak berniat menipu atau menyembunyikan sesuatu dari rekan kerja.

Manfaat menerapkan prinsip Makoto adalah meningkatkan kepercayaan rekan kerja seperti investor, konsumen, dan pemasok, membangkitkan motivasi dan semangat berusaha terus lebih baik, serta meningkatkan produktivitas.

3. Keishan

Setelah Bushido dan Makoto, ada lagi prinsip Keishan, yaitu budaya kerja inovatif dan kreatif dalam dunia kerja. Jepang dikenal sebagai negara yang tidak takut menciptakan hal baru karena bagi mereka, inovasi sangat penting bagi kemajuan bangsa.

Bahkan, tidak jarang penemuan masyarakat Jepang diakui dunia dan digunakan oleh warga negara lain. Keishan mendorong masyarakat untuk terus menemukan hal baru yang lebih baik dari sebelumnya.

Tujuan menerapkan prinsip keishan adalah meningkatkan produktivitas, mengembangkan sumber daya yang dimiliki, serta lebih efisien. Mengutip Tensai Nihongo Bunka Gakuin, berikut beberapa contoh penemuan masyarakat Jepang yang diakui dunia.

Baca Juga :  Komisi Kejaksaan: Produk Jurnalistik, Sekejam Apapun Tak Bisa Jadi Delik Hukum

Mie instan atau ramen: ramen Jepang sangat terkenal di dunia dan pertama kali dibuat oleh Momofuku Ando dari Nissin Foods tahun 1971.
Penanak listrik: penanak listrik pertama kali ditemukan pada 1940 oleh Mitsubishi Electric.
Shinkansen: Kereta cepat yang disebut kereta peluru dengan kecepatan 210 km/jam.
Mesin karaoke: Ditemukan pertama kali di tahun 1970-an oleh musisi Jepang bernama Daisuke Inoue.

4. Kaizen

Terakhir adalah prinsip Kaizen, yaitu disiplin, menghargai waktu, dan tidak suka menunda-nunda pekerjaan. Masyarakat Jepang percaya jika pekerjaan segera dilakukan maka akan cepat selesai.

Warga setempat tidak pernah terlambat datang ke kantor atau saat berjanji dengan klien. Bahkan mereka malu pulang lebih awal dari pada rekan kerja lainnya dan bisa membedakan mana waktu kerja serta istirahat.

Terlambat bekerja bisa merugikan diri sendiri, orang lain, dan perusahaan. Berikut ini manfaat menerapkan prinsip Kaizen:

Meningkatkan produktivitas.
Manajemen sumber daya yang lebih baik.
Meningkatkan kualitas perusahaan.
Meningkatkan kerja sama dan komunikasi dengan rekan kerja.
Contohnya bisa dilihat dari Ford Motor Company, sebuah perusahaan manufaktur yang memangkas beberapa waktu sehingga bisa menyelesaikan produk yang dihasilkan lebih cepat.
Alasan Jepang menjadi negara maju dengan sumber daya mumpuni karena menanamkan prinsip kerja di atas dalam keseharian mereka. Prinsip kerja tersebut juga bisa diterapkan oleh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan produktivitas.

 

Editor : Alex Jefri

Sumber Berita: Beautynesia

Berita Terkait

Masih Hidup Tapi Dicatat Meninggal di Sistem JKN, Akademisi: Desak Investigasi secara transparan, Jangan Korban yang Dicurigai!
Ada Kejutan Diinternal Unila, DR. Habibullah Jimad Tiba-tiba Tarik Diri dari Perburuan Kursi Rektor!
Sokongan Para Tokoh untuk Dr. Budiono Menuju Unila 1
Dr. Budiono memastikan dirinya mengikuti tahapan seleksi calon Rektor Universitas Lampung (Unila) untuk periode 2027–2031. Ia menyatakan siap menjalani seluruh tahapan yang telah ditetapkan panitia seleksi.
Pilrek Unila 2027–2031: Prof. Warsito Serahkan Berkas, Dr. Budiyono Mendaftar Hari Ini
Istri Kapolda dan Bupati Naik Jetski, Promosi Wisata Jangan Cuma Gimmick
HPN-Porwanas 2027 di Lampung, Anggota DPR Ketut Suwendra Soroti Multiplier Effect
Ahmad Mizani Dukung HPN- Powernas 2027 di Lampung
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:47 WIB

Masih Hidup Tapi Dicatat Meninggal di Sistem JKN, Akademisi: Desak Investigasi secara transparan, Jangan Korban yang Dicurigai!

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:43 WIB

Ada Kejutan Diinternal Unila, DR. Habibullah Jimad Tiba-tiba Tarik Diri dari Perburuan Kursi Rektor!

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Sokongan Para Tokoh untuk Dr. Budiono Menuju Unila 1

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Dr. Budiono memastikan dirinya mengikuti tahapan seleksi calon Rektor Universitas Lampung (Unila) untuk periode 2027–2031. Ia menyatakan siap menjalani seluruh tahapan yang telah ditetapkan panitia seleksi.

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Pilrek Unila 2027–2031: Prof. Warsito Serahkan Berkas, Dr. Budiyono Mendaftar Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Sokongan Para Tokoh untuk Dr. Budiono Menuju Unila 1

Kamis, 20 Agu 2026 - 09:31 WIB