Menatap Lampung dari Menara KAHMI

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menatap Lampung dari Menara KAHMI

berandalappung.com— Raja Basa, di bawah pilar-pilar kokoh Mahan Agung, rumah dinas Gubernur Lampung, riuh rendah obrolan para intelektual berbalut kemeja batik mendadak senyap.

Kamis, 2 Juli 2026, ruangan itu menjadi saksi bertemunya jejaring elite lokal dan nasional dalam pusaran agenda Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lampung.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, tidak ragu menyembunyikan kedekatan emosionalnya malam itu. Di hadapan ratusan pasang mata, ia melempar pujian terhadap soliditas organisasi hijau-hitam ini.

Bagi Mirza sapaan akrab sang gubernur KAHMI bukan sekadar paguyuban alumni, melainkan mesin pencetak kader yang tak pernah kehabisan bahan bakar.

“Kami menilai KAHMI sebagai salah satu organisasi yang sukses dalam melakukan kaderisasi,” ujar Rahmat Mirzani. “Kader-kadernya mampu menempatkan diri di berbagai kultur lapisan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi arah pembangunan bangsa.”

Pernyataan Mirza bukan sekadar basa-basi politik.

Di Lampung, diaspora alumni HMI memang menggurita. Mereka menyusup ke dalam urat nadi birokrasi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), menggerakkan roda bisnis di kabupaten dan kota, hingga menduduki pos-pos strategis lainnya. Sadar akan potensi raksasa ini, Mirza langsung menyodorkan proposal kolaborasi.

Baca Juga :  Mirza Minta Jangan Pulang Dulu Sebelum Nyeruwit

Ia menantang KAHMI untuk menyatukan kompas perjuangan demi satu muara: membawa Lampung keluar dari bayang-bayang ketertinggalan. “Bagaimana ke depan KAHMI bisa terus berkolaborasi demi mewujudkan Lampung Maju,” cetusnya.

Menjawab Tantangan Ekonomi
Gayung pun bersambut. Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Lampung, Budiyono, menangkap sinyal tersebut sebagai tanggung jawab moral. Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung ini mafhum, isi kepala organisasi ini dipenuhi oleh kombinasi rumit antara akademisi, birokrat, dan politisi.

Namun, di tengah surplus intelektual itu, ada pekerjaan rumah (PR) besar yang menanti di lapangan.

“Tantangan KAHMI saat ini adalah bagaimana menjaga dan mewujudkan program-program yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Lampung,” kata Budiyono di sela-sela persiapan pelantikan pengurus baru tersebut.

Ujung Tombak Sumatra dan Titah Asta Cita
Suasana makin berbobot ketika Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Abdullah Puteh, naik mimbar. Mantan Gubernur Aceh ini mengingatkan kembali khittah HMI sebagai insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam. Dengan nada bicara yang tertata namun tegas, Puteh menegaskan posisi geopolitik KAHMI dalam konstelasi nasional saat ini.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Puteh menyatakan KAHMI berdiri tegak mengawal jalannya pemerintahan. Doktrinnya jelas: menyukseskan delapan misi yang tertuang dalam Asta Cita.

“Ke depan, semua gagasan dan program Presiden Prabowo yang tertuang dalam Asta Cita harus kita dukung penuh, tidak ada toleransi,” tegas Puteh.

Baca Juga :  Bengkel Sastra Dibuka Kepala Balai Bahasa, Yozi Rizal: Lemah Peduli Pemprov Lampung

Ia membedah sejumlah program mercusuar Jakarta, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga revitalisasi Koperasi Merah Putih. Kendati memuji konsep tersebut, sebagai politikus kawakan, Puteh tak menutup mata pada lubang-lubang kecil di lapangan terutama urusan karut-marut manajemen eksekusi.

Di sinilah, menurut Puteh, peran strategis KAHMI Lampung diuji. Ia meminta para alumni di “Sang Bumi Ruwa Jurai” untuk tidak menjadi penonton di pinggir lapangan, melainkan menjadi benteng utama penyokong kebijakan gubernur.

“Kita perbaiki bersama kelemahan manajemen. Maka dari itu, KAHMI Lampung sangat diperlukan untuk mendukung Gubernur Lampung, karena provinsi ini adalah ujung tombak Sumatra,” pungkas Puteh, menutup malam yang penuh dengan konsolidasi gagasan itu.(***)

Editor : Alex Jefri

Berita Terkait

PANGDAM XXI/RI IMBAU WARGA TETAP TENANG, SIAGA PASUKAN HADAPI AKTIVITAS ANAK KRAKATAU
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan
Angin Berubah, Debu Anak Krakatau Bergeser Ke Banten Jabar, Aprozi Minta Posko 1X24 Jam
RDUDAM Gelar Wabinar P2KB
Pemprov Lampung Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan dari detik.com
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Desak Aparat Penegak Hukum Berantas Peredaran Senpi Ilegal di Lampung Utara
Bengkel Sastra: Ari Pahala Jelaskan Teori Eliot Tentang Puisi yang Baik
Angkasa Pura Bandara Radin Inten II Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 06:05 WIB

PANGDAM XXI/RI IMBAU WARGA TETAP TENANG, SIAGA PASUKAN HADAPI AKTIVITAS ANAK KRAKATAU

Senin, 7 September 2026 - 05:58 WIB

Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan

Senin, 7 September 2026 - 05:54 WIB

Angin Berubah, Debu Anak Krakatau Bergeser Ke Banten Jabar, Aprozi Minta Posko 1X24 Jam

Selasa, 1 September 2026 - 06:05 WIB

RDUDAM Gelar Wabinar P2KB

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Pemprov Lampung Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan dari detik.com

Berita Terbaru

Screenshot

Pemerintahan

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:10 WIB

Pendidikan

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:40 WIB