Jelang Natal 2024, Bisnis Parcel Mutia Banjir Pesanan hingga 1.000 Paket

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Desember 2024 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jelang Natal 2024, Bisnis Parcel Mutia Banjir Pesanan hingga 1.000 Paket.

Jelang Natal 2024, Bisnis Parcel Mutia Banjir Pesanan hingga 1.000 Paket.

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Menjelang perayaan Natal 2024, sejumlah jenis usaha musiman mulai banyak memperlihatkan geliatnya, salah satunya penjualan Parcel.

Parcel sendiri merupakan bingkisan yang banyak dijadikan souvenir saat momen-momen tertentu, seperti Lebaran, Natal maupun perayaan Imlek.

Salah satunya Mutia, seorang ibu rumah tangga yang membuka produksi dan penjualan parcel yang berlokasi di Jalan Padat Karya, Rajabasa Jaya, Bandar Lampung.

Mutia mengatakan, penjualan parcel ditempatnya kini mulai mengalami penibgkatan menjelang perayaan Natal 2024.

“Karena ini momennya mau natal, dari awal Desember sudah mulai banyak yang tanya-tanya dan pesan,” ungkap Mutia kepada berandalappung.com, Senin (16/12/2024)

Mutia menjelaskan, dirinya memulai bisnis parcel sejak tahun 2018 dimulai dari produksi rumahan.

Baca Juga :  Bujang 47 Tahun di Bandar Lampung Ditangkap Usai Cabuli Anak Tunawicara

“Waktu tahun 2018 itu tempat kerja kakak saya butuh parcel, lalu saya ditawari untuk buat sendiri, dan ternyata keterusan,” kata Mutia.

Dia pun mengatakan bahwa menjelang perayaan Natal 2024, bisnis Parcel miliknya kini mulai mengalami peningkatan pesanan.

“Kalau di hari biasa sebulannya pesanan itu paling enggak sampai 100, tapi pas momen Natal seperti sekarang bisa sampai 1000 pcs lebih,” kata dia.

Selain itu, Mutia mengatakan bahwa menjelang momen Natal ini ia juga mukai mempekerjakan karyawan untuk membantunya dalam produksi.

“Kalau di hari biasa parcelnya kita buat sendiri, tapi saat momen Natal ini kami dibantu oleh dua orang karyawan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Peradi Kota Agung, Akan Menggugat UIN RIL

Dia pun mengatakan bahwa Parcel buatannya dijual mulai Rp 85 ribu hingga Rp 1,2 juta per pcs.

“Untuk harga kita jual mulai Rp 85 ribu sampai 1,2 juta, jadi harganya relatif menyesuaikan kebutuhan pelanggan,” kata dia.

“Untuk isinya mulai makanan dalam kemasan, ada makanan di mix dengan piring dan gelas keramik, ada juga yang full keramik,” jelasnya.

Dalam memasarkan produk parcelnya, Mutia juga menawarkan produknya melalui sosial media instagram @vimscorner.

“Untuk pelanggannya kebanyakan perorangan, kadang ada juga dari perusahaan,” ucap Mutia.

“Untuk pemasarannya kita lewat sosial media instagram, selain kita juga buka di rumah produksi,” tandasnya.

Berita Terkait

Germasi Bongkar Dugaan Penyimpangan Dana Desa Pekon Sinar Jaya Uang Rakyat Diduga Lenyap, Aparat Diminta Bertindak Tegas
Menepis Narasi Mangkrak: IKN Pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi
Hangatkan Kebersamaan, Rutan Kelas I Bandar Lampung Laksanakan Sholat Iduladha 1447 H dengan Hikmat
Tiga Asosiasi Media Lampung Satukan Barisan, Awasi Implementasi MBG
Air Mati, Fasilitas Nihil Developer Perumahan Batara Satu Disorot Warga
Wira Garden Perkuat Sistem Keamanan Pasca Insiden 1 April 2026
“Silaturahmi Lintas Generasi KAHMI Lampung, Anas Urbaningrum Gaungkan Semangat ‘Yakin Usaha Sampai”
Dua Mahasiswi Unila Hanyut di Wira Garden, Alarm Keras Lemahnya Sistem Peringatan Wisata Alam
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:49 WIB

Germasi Bongkar Dugaan Penyimpangan Dana Desa Pekon Sinar Jaya Uang Rakyat Diduga Lenyap, Aparat Diminta Bertindak Tegas

Senin, 1 Juni 2026 - 21:53 WIB

Menepis Narasi Mangkrak: IKN Pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:13 WIB

Hangatkan Kebersamaan, Rutan Kelas I Bandar Lampung Laksanakan Sholat Iduladha 1447 H dengan Hikmat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:00 WIB

Tiga Asosiasi Media Lampung Satukan Barisan, Awasi Implementasi MBG

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:17 WIB

Air Mati, Fasilitas Nihil Developer Perumahan Batara Satu Disorot Warga

Berita Terbaru