Hilirisasi Pertanian Mendesak, DPRD Lampung Dorong Penyerapan Gabah di Dalam Daerah

- Jurnalis

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Lampung setiap tahun harus menanggung beban ekonomi hingga Rp300–400 miliar akibat selisih harga gabah dan beras. Kondisi ini dipicu belum optimalnya hilirisasi pertanian di tingkat desa, di mana petani menjual gabah ke luar daerah dan kembali membeli beras dengan harga lebih mahal.

Untuk menekan kerugian tersebut, pemerintah daerah mendorong percepatan hilirisasi pertanian melalui penguatan fasilitas pengering padi, penggilingan beras, Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), serta pemanfaatan Desa Digital agar nilai tambah hasil pertanian dapat dinikmati petani di daerah sendiri.

Baca Juga :  DPRD Lampung Gelar Rapat Paripurna Istimewa Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto

Pembangunan ratusan unit mesin pengering padi (dryer) di desa sentra produksi dinilai penting guna menjaga kualitas gabah dan stabilitas harga. Selain itu, produksi beras kemasan lokal juga didorong agar rantai distribusi tidak lagi merugikan petani dan konsumen.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung Ahmad Basuki menegaskan bahwa praktik penjualan gabah ke luar daerah sebenarnya telah diatur dan dibatasi demi menjaga ketersediaan beras di dalam provinsi.

“Ketika gabah terlalu banyak dijual keluar daerah, beberapa bulan kemudian Lampung justru kekurangan beras dan harga menjadi mahal. Di situlah potensi kerugian masyarakat terjadi,” ujar Ahmad Basuki (18/1).

Baca Juga :  Ahmad Giri Akbar Sebut Penyesuaian Batas Wilayah Dukung Pengembangan Kota Baru

Ia menekankan, kebijakan tersebut harus dibarengi kesiapan pemerintah daerah dalam menyerap hasil panen petani. Menurutnya, larangan tanpa dukungan infrastruktur justru akan merugikan petani.

“Jangan sampai petani dilarang menjual keluar daerah, tapi di dalam daerah tidak ada penyerapan. Pemerintah harus menyiapkan dryer, gudang, dan penggilingan agar hilirisasi benar-benar berjalan,” tegasnya.

Berita Terkait

Trotoar Rp21,77 Miliar Ambrol, Dinas PU Temukan Besi Tak Sesuai Spesifikasi
Pimpinan DPRD Lampung Siap Kawal Anggaran HPN-Porwanas 2027
DPRD dan Pemkot Bandar Lampung Perkuat Sinergi, Eva Dwiana Fokuskan APBD 2026 pada Pembangunan dan Pelayanan Publik
Fraksi Golkar Soroti Transparansi dan Efisiensi dalam Perubahan APBD Bandar Lampung 2026
Wakil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, Afrizal Gagal Paham Tentang Hibah di APBDP
Pemprov dan DPRD Lampung Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026: Pendapatan Dipangkas Rp19,67 Miliar
Komisi I DPRD Bandar Lampung Minta Virgo Inn Tutup Sementara hingga Perizinan Lengkap
RDP DPRD Bandar Lampung, Pramuka Klarifikasi Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta dan Dana Hibah Rp1 Miliar
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 21:14 WIB

Trotoar Rp21,77 Miliar Ambrol, Dinas PU Temukan Besi Tak Sesuai Spesifikasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Pimpinan DPRD Lampung Siap Kawal Anggaran HPN-Porwanas 2027

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:40 WIB

DPRD dan Pemkot Bandar Lampung Perkuat Sinergi, Eva Dwiana Fokuskan APBD 2026 pada Pembangunan dan Pelayanan Publik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Fraksi Golkar Soroti Transparansi dan Efisiensi dalam Perubahan APBD Bandar Lampung 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Wakil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, Afrizal Gagal Paham Tentang Hibah di APBDP

Berita Terbaru

Screenshot

Pemerintahan

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:10 WIB