Erick Thohir Digeser Jadi Menpora, Djamari Chaniago Resmi Menko Polkam

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 September 2025 - 05:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Erick Thohir Digeser Jadi Menpora, Djamari Chaniago Resmi Menko Polkam

 

berandalappung.com— Jakarta, Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet yang menyedot perhatian publik. Dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9), Prabowo melantik Jenderal (Hor) (Purn) Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam). Bersamaan dengan itu, Erick Thohir digeser dari kursi Menteri BUMN ke jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Pelantikan itu berlangsung berdasarkan tiga keputusan presiden: Keppres Nomor 96P/2025, Keppres Nomor 97P/2025, dan Keppres Nomor 152/TPA 2025. Presiden sendiri memimpin prosesi dan membacakan sumpah jabatan yang diikuti para pejabat baru. Total ada sebelas pejabat yang dilantik, namun sorotan utama tetap tertuju pada dua nama besar: Erick Thohir dan Djamari Chaniago.

Erick: Dari BUMN ke Olahraga

Erick Thohir bukan nama asing di panggung kekuasaan. Di era Presiden Joko Widodo, ia menjelma sebagai technocrat berpengaruh, mengendalikan Kementerian BUMN sejak 2019 dengan jaringan bisnis dan politik yang luas.

Erick bahkan tetap dipertahankan Prabowo pada Oktober 2024 untuk memimpin BUMN. Karena itu, keputusan memindahkannya ke Menpora memunculkan tafsir politik: Erick seakan “diturunkan kelasnya.”

Di BUMN, Erick mengelola aset triliunan rupiah dan menguasai ruang strategis perekonomian nasional. Kini, di Menpora, ruang manuvernya lebih sempit. Namun, penempatan ini juga bisa dibaca sebagai cara Prabowo menjaga Erick tetap berada di lingkaran kabinet tanpa menimbulkan friksi dengan kelompok kekuasaan lain.

Baca Juga :  Hasilkan Lima Keputusan dalam KLB, Prabowo Diminta Gerindra Maju di Pilpres 2029

Djamari: Jenderal Tua di Panggung Baru

Sementara itu, penunjukan Djamari Chaniago menandai kembalinya figur militer senior ke pusat kekuasaan sipil. Lahir di Padang, 8 April 1949, Djamari merupakan lulusan Akabri 1971 dari kecabangan infanteri.

Rekam jejaknya sebagai jenderal tempur membuatnya dipercaya mengelola isu-isu sensitif di bidang politik, hukum, dan keamanan.

Di tengah situasi geopolitik yang memanas mulai dari ketegangan Laut Cina Selatan hingga ancaman keamanan dalam negeri kehadiran Djamari dianggap sebagai simbol stabilitas. Penunjukannya juga memperlihatkan pola lama: dominasi figur militer di sektor keamanan, mirip warisan Orde Baru.

Implikasi Politik Reshuffle

Perombakan ini memuat beberapa pesan politik.

Pertama, Prabowo mulai mereduksi bayangan pengaruh Jokowi. Erick, yang kerap disebut sebagai orang kepercayaan Jokowi, kini tak lagi mengendalikan sektor BUMN yang strategis. Pergeseran ini memberi ruang lebih lapang bagi Prabowo untuk mengisi pos-pos ekonomi dengan loyalisnya.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Beri Dukungan Penuh, Terhadap Penanaman 5000 Pohon Mangrove di Pulau Pasaran

Kedua, militer kembali menguat di lingkaran inti kekuasaan. Penempatan Djamari menegaskan preferensi Prabowo pada figur-figur purnawirawan untuk menangani sektor strategis.

Ketiga, Erick tetap dijaga di orbit kekuasaan. Meski perannya menyusut, Erick masih disimpan dalam kabinet—mungkin sebagai “cadangan politik” untuk masa depan. Dengan posisinya di Menpora, Erick masih bisa membangun basis dukungan di kalangan muda, yang bisa saja berguna bila ia kembali mencalonkan diri di kontestasi politik 2029.

Arah Kabinet Prabowo

Reshuffle ini memperlihatkan upaya Prabowo meramu ulang keseimbangan: technocrat versus militer, warisan Jokowi versus loyalis baru. Namun, arah ini juga menimbulkan risiko: persepsi publik bahwa technocrat tengah terpinggirkan, sementara dominasi militer kembali menebal.

Ke depan, reshuffle ini bisa menjadi titik awal perubahan struktur kekuasaan di kabinet Prabowo. Erick mungkin hanya “diparkir sementara,” sementara Djamari adalah simbol bahwa stabilitas dan keamanan tetap menjadi prioritas utama pemerintahan baru.

Editor : Alex Buay Sako

Sumber Berita: detiknews

Berita Terkait

MELATI Hadir di Segala Mider, Lansia Diajak Tetap Sehat dan Aktif
Lampung Kerahkan 1.229 Petugas Awasi Hewan Kurban Iduladha 2026
Gubernur Lampung Ajak ASN Wujudkan Tata Kelola Lampung yang Lebih Baik
“IKN Belum Sah Sepenuhnya? MK Tegaskan Jakarta Masih Pusat Pemerintahan”
Tenaga Pendamping Jadi Bagian Penguatan Percepatan Pembangunan di Provinsi Lampung
Kursi BPKAD Lampung Dikabarkan Bergeser, Nama Mirza Irawan Mencuat
Spesial Hari Kartini 2026: Saatnya Wanita Indonesia Prioritaskan Kesehatan
Gestur Nanda–Antonius Picu Polemik
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:59 WIB

MELATI Hadir di Segala Mider, Lansia Diajak Tetap Sehat dan Aktif

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:47 WIB

Lampung Kerahkan 1.229 Petugas Awasi Hewan Kurban Iduladha 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:34 WIB

Gubernur Lampung Ajak ASN Wujudkan Tata Kelola Lampung yang Lebih Baik

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:19 WIB

“IKN Belum Sah Sepenuhnya? MK Tegaskan Jakarta Masih Pusat Pemerintahan”

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:22 WIB

Tenaga Pendamping Jadi Bagian Penguatan Percepatan Pembangunan di Provinsi Lampung

Berita Terbaru

Pemerintahan

MELATI Hadir di Segala Mider, Lansia Diajak Tetap Sehat dan Aktif

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:59 WIB

Hukum

Dua Jurnalis Dihadang Dua Pria saat Liput Toko Emas JSR

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:46 WIB