Diresmikan Presiden Prabowo Pembangunan dan Pengoperasian Proyek EBT Gunung Tiga Ulubelu Tanggamus, Gubernur Mirza Dukung Penuh Percepatan Pengembangan Energi Nasional

- Jurnalis

Kamis, 26 Juni 2025 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan dan pengoperasian proyek energi terbarukan Project Exploration Gunung Tiga, Pekon Tiga, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus secara daring bersama 15 provinsi lainnya. Peresmian yang dilakukan Presiden dipusatkan di Bondowoso, Kamis (26/6/2025).

Di Lampung, acara peresmian dan peletakan batu pertama proyek strategis energi terbarukan ini, dipusatkan di Gunung Tiga, Pekon Tiga, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa ini merupakan momentum penting bagi pembangunan Indonesia, untuk mencapai swasembada energi demi kemandirian bangsa.

“Pembangunan dan pengoperasian 15 proyek energi baru terbarukan (EBT) di 15 provinsi dan peningkatan produksi minyak 30.000 barel per hari adalah momentum yang sangat penting dalam pembangunan kita sebagai bangsa,” ujar Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, program ini merupakan upaya menuju swasembada energi, yang menurutnya, sangat menentukan kemerdekaan dan kemandirian suatu bangsa.

Pada kesempatan itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, menyampaikan bahwa peresmian ini menandai tonggak penting dimulainya pembangunan proyek energi strategis Pertamina Geothermal Energy (PGE).

“Ini bukan hanya simbol pembangunan fisik, tetapi wujud nyata komitmen kami dalam mendukung percepatan pengembangan energi nasional,” ujar Sekdaprov Marindo Kurniawan.

Ia berharap proyek ini akan membawa manfaat luas, mulai dari peningkatan ekonomi daerah hingga penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Sebagai bagian dari transisi menuju Net Zero Emission 2060, lanjut Sekdaprov Marindo, PGE berperan aktif dalam pemanfaatan energi panas bumi—sumber energi bersih yang stabil dan berkelanjutan.

“Melalui inovasi teknologi dan investasi hijau, kami berkomitmen menjadikan panas bumi sebagai pilar utama energi terbarukan Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga :  Pj. Gubernur Lampung Samsudin Lantik Fredy sebagai Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung

Ia menambahkan bahwa proyek ini merupakan investasi terhadap masa depan generasi berikutnya, bukan hanya investasi dalam bentuk fisik.

Dengan terus berkembangnya teknologi dan pendekatan eksplorasi yang semakin presisi, Sekdaprov Marindo meyakini proyek ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam tiga aspek utama yaitu kemandirian energi nasional, pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan, dan yang terpenting yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah.

Bagi Provinsi Lampung, proyek eksplorasi panas bumi ini adalah langkah awal yang sangat krusial. Melalui kegiatan eksplorasi yang bertanggung jawab, kita dapat memastikan ketersediaan sumber daya energi yang dapat diandalkan untuk jangka panjang.

“Kami percaya, keberhasilan proyek ini akan menjadi pengungkit ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Lampung sebagai provinsi yang proaktif dalam pengembangan energi hijau,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM RI Bambang Purbiyantoro menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan panas bumi sebagai tulang punggung energi terbarukan.

“Kami telah mengawal proyek-proyek panas bumi sejak lama, termasuk Unit 1, 2, 3, dan 4 Ulubelu yang masing-masing berkapasitas 55 MW. Keberhasilan proyek-proyek ini tidak lepas dari dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah,” ujar Bambang.

Direktur Operasional PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ahmad Yani menjelaskan bahwa proyek Gunung Tiga dirancang untuk menambah kapasitas kelistrikan di Provinsi Lampung yang saat ini masih bergantung pada interkoneksi dari Sumatera bagian selatan.

“Dengan masuknya proyek Gunung Tiga sebesar 55 MW, kemandirian energi di Provinsi Lampung akan meningkat, mampu menyuplai listrik untuk sekitar 450.000 rumah tangga dan menurunkan sekitar 460.000 ton emisi CO2 per tahun,” terang Ahmad Yani.

Baca Juga :  Wagub Jihan Nurlela Tinjau Dapur SPPG dan Penyaluran Program MBG di Kota Metro

Ia juga menyoroti investasi yang cukup besar dalam proyek ini, mencapai sekitar 36,6 juta USD untuk tahap awal pengeboran eksplorasi dan pembangunan jalan sepanjang 7 KM.

Selain itu, proyek ini akan membuka lapangan kerja bagi sekitar 250 orang pada tahap eksplorasi dan 600 hingga 800 orang pada tahap pembangunan.

Project Manager Eksplorasi Gunung Tiga Sapto Trianggo Nurseto menyampaikan Proyek Gunung Tiga berada dalam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Way Panas, bersebelahan dengan prospek Ulubelu yang sudah beroperasi dengan kapasitas 220 MW. Berdasarkan kajian mendalam, potensi cadangan energi di Gunung Tiga diperkirakan mencapai 55 MW. “Ini menjadi alasan khusus bagi kami untuk optimistis dapat mengembangkan proyek ini,” ujar Sapto.

Tahapan pengembangan proyek ini dimulai sejak studi geosains pada 2021.

Setelah evaluasi komprehensif, PGE kini memasuki tahap penyiapan infrastruktur. Rencananya, rig pengeboran akan didirikan di lokasi pengeboran pertama pada September 2025.

Pengeboran eksplorasi akan dilakukan hingga kedalaman 2.500 meter menggunakan teknologi pengeboran berarah.

Pengeboran tahap selanjutnya akan dilanjutkan di kluster kedua dan ketiga pada Desember 2025. Sapto juga mengungkapkan bahwa izin penggunaan kawasan hutan lindung (PPKH) untuk proyek ini telah terbit pada 2 Juni lalu, membuka jalan bagi kelancaran persiapan pengeboran.

PGE berharap hasil pengeboran eksplorasi berjalan baik sehingga dapat segera dilanjutkan ke tahap pengembangan. Dengan target pengoperasian komersial (COD) pada 2029, proyek Gunung Tiga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian listrik Provinsi Lampung dengan energi hijau.

Berita Terkait

Sekdaprov: Dorong Pendidikan Hingga Kelas Migran Vokasi, Rakernas I APTISI 2026, Perguruan Tinggi Motor Pembangunan Daerah
Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen
Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran
“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”
Sekdaprov dan Ketua DWP Agnesia Ikuti Krakatau Run 2026 Perkuat Sport Tourism, Festival Krakatau XXXV
Detik Apresiasi Pendidikan Lampung, Inovasi Jadi Pembeda
Pemprov Lampung Raih Anugerah Pembangunan Terpuji, Gubernur Mirza: Pendidikan Jadi Kunci Kemajuan
Gubernur Mirza: Penguatan Satlinmas sebagai Pilar Keamanan dan Perlindungan Masyarakat Lampung
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:45 WIB

Sekdaprov: Dorong Pendidikan Hingga Kelas Migran Vokasi, Rakernas I APTISI 2026, Perguruan Tinggi Motor Pembangunan Daerah

Jumat, 18 September 2026 - 16:10 WIB

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Rabu, 9 September 2026 - 16:10 WIB

Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran

Senin, 7 September 2026 - 13:27 WIB

“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Sekdaprov dan Ketua DWP Agnesia Ikuti Krakatau Run 2026 Perkuat Sport Tourism, Festival Krakatau XXXV

Berita Terbaru

Screenshot

Pemerintahan

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:10 WIB

Pendidikan

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:40 WIB