Bukan Cuma Urusan Ibu: Menakar Gerakan Ayah Mengantar Anak di Lampung Utara
berandalappung.com— Raja Basa, sebuah gerakan sederhana namun sarat makna emosional kini tengah digulirkan di Kabupaten Lampung Utara.
Pemerintah kabupaten setempat secara resmi mengajak para ayah untuk meluangkan waktu dan turun tangan langsung mengantarkan anak-anak mereka di hari pertama masuk sekolah.
Langkah ini dikemas dalam sebuah inisiatif bertajuk Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GEMAS).
Ajakan tersebut tertuang dalam surat yang diterbitkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, Intji Indriati, pada 11 Juni 2026.
Langkah ini merupakan respons cepat sekaligus tindak lanjut atas Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 yang mengusung substansi serupa.
Gerakan GEMAS bukan sekadar urusan seremonial mengantar anak sampai ke gerbang sekolah.
Lebih dari itu, program ini membawa misi mendalam: merevitalisasi peran ayah dalam lanskap pengasuhan dan pendidikan anak. Selama ini, domestikasi pengasuhan kerap kali dibebankan secara timpang kepada sosok ibu.
Melalui GEMAS, kehadiran figur ayah di ruang publik pendidikan diharapkan mampu memberikan fondasi psikologis yang kokoh bagi tumbuh kembang anak.
“GEMAS diharapkan menjadi momentum sederhana namun bermakna untuk memberikan dukungan emosional kepada anak saat memulai tahun ajaran baru, sekaligus mempererat kedekatan antara ayah dan anak,” tulis kebijakan tersebut, menekankan pentingnya ikatan emosional (bonding) keluarga.
Demi memastikan gerakan ini tidak layu sebelum berkembang, Pemkab Lampung Utara bergerak masif menggalang kolaborasi lintas sektor.
Instruksi khusus telah dilayangkan kepada Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, para camat, kepala desa, hingga Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PKB/PLKB) untuk bergerak bersama mengampanyekan gerakan ini kepada para orang tua dan wali murid.
Strategi komunikasi pun dirancang secara berlapis.
Sosialisasi tidak hanya mengandalkan jalur formal kelembagaan sekolah, melainkan juga menyasar ruang digital melalui media sosial, serta pemanfaatan media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di berbagai lini lapangan.
Melalui semangat kebersamaan ini, hari pertama sekolah tidak lagi hanya menjadi awal kalender akademik, melainkan sebuah ruang kultural baru di mana para ayah hadir secara utuh bagi masa depan anak-anak mereka.(***)
Editor : Alex Jefri











