Menjemput Mereka yang Tercecer dari Bangku Sekolah

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjemput Mereka yang Tercecer dari Bangku Sekolah

berandalappung.com— Raja Basa, di peta pendidikan kita, jarak sering kali menjadi pembatas yang kejam. Anak-anak di pelosok wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), remaja yang terpaksa memeras keringat di usia muda, hingga anak-anak pekerja migran kerap kali harus menelan pil pahit: kehilangan hak paling mendasar mereka untuk belajar.

Merespons ketimpangan yang menahun ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung mencoba mengikis sekat tersebut melalui terobosan anyar: Sistem Penerimaan Murid Baru Pendidikan Jarak Jauh (SPMB PJJ) untuk jenjang pendidikan menengah.

Lewat semboyan yang ambisius “Bersama Berkolaborasi, Jarak Bukan Halangan, Ilmu Tetap di Genggaman” pemerintah daerah berupaya menarik kembali anak-anak yang putus sekolah ke dalam ekosistem pendidikan resmi.

Satu hal yang krusial di tengah impitan ekonomi saat ini: seluruh program ini dibuka tanpa pungutan biaya alias gratis (Rp.0,-).

Menambal Celah Angka Anak Tidak Sekolah (ATS)
Bukan sekadar program kosmetik, PJJ Lampung dirancang sebagai jawaban taktis atas tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS).

Selama ini, rigidnya aturan sekolah konvensional yang menuntut kehadiran fisik setiap hari kerap kali tidak ramah bagi murid dengan kondisi khusus, mereka yang harus bekerja, atau mereka yang secara geografis terisolasi.

Baca Juga :  Tingkatkan Kemampuan Majerial, siswa Sespimmen Polri Studi Ke wilayah.

Dengan PJJ, paradigma itu dibalik. Fleksibilitas menjadi panglima:
1. Belajar Tanpa Sekat Ruang: Murid diberikan kebebasan mengakses bahan ajar digital secara mandiri, dengan waktu yang fleksibel.

2. Sentuhan Tutor: Kendati berbasis digital, interaksi tetap terjaga lewat tutorial daring bersama guru serta pendampingan berkala.
3. Ujian Berbasis Karya: Evaluasi tidak lagi melulu soal hafalan di atas kertas, melainkan lewat tugas dan asesmen berbasis proyek.

4. Tetap Bertemu: Pertemuan tatap muka terbatas tetap dijadwalkan pada waktu-waktu tertentu untuk menjaga ikatan emosional dan ruang diskusi.

Menariknya, birokrasi yang kaku mencoba dipangkas. Bagi calon siswa dari keluarga miskin atau wilayah konflik yang kerap terkendala dokumen administrasi, disediakan jalur afirmasi. Jika dokumen resmi hilang atau tidak ada, syarat tersebut dapat digantikan dengan Surat Keterangan Desa yang diperkuat oleh hasil verifikasi lapangan.

Satu Induk, Tiga Jejaring
Untuk menggaransi mutu akademis agar tidak sekadar menjadi “sekolah formalitas”, Dinas Pendidikan Lampung menunjuk SMAN 2 Bandar Lampung sebagai Sekolah Induk. Sekolah yang dikenal memiliki reputasi mumpuni ini akan mengomandani tiga sekolah mitra di lini depan:
1. SMAN 1 Pagar Dewa (mengover wilayah Lampung Barat)
2. SMAN 1 Gunung Sugih (mengover wilayah Lampung Tengah)
3. SMAN 1 Rawa Jitu Selatan (mengover wilayah Tulang Bawang)
Langkah ini memastikan bahwa meski cara belajarnya berbeda, lulusan PJJ akan mengantongi ijazah yang memiliki kesetaraan penuh dengan sekolah reguler.

Peluang untuk melanjutkan studi atau bersaing di pasar kerja tetap terbuka lebar.

Catatan Pengingat
Pendaftaran kini telah dibuka untuk remaja berusia maksimal 18 tahun yang telah lulus SMP/sederajat dan tidak sedang aktif di sekolah lain.

Baca Juga :  Pelepasan Tim Seleknas Karate Inkanas Lampung: Sederhana Namun Tetap Optimis Raih Hasil Maksimal

Informasi validasi data dan pendaftaran dapat diakses melalui beranda resmi https://disdikbud.lampungprov.go.id/ atau kanal sosial media @dikbudlampung.

Langkah Lampung ini adalah sebuah eksperimen sosial yang patut dikawal.

Tantangan berikutnya tentu ada pada konsistensi infrastruktur digital di lapangan dan kesiapan para guru di sekolah mitra. Namun, setidaknya, satu pintu keluar dari lingkaran kemiskinan lewat jalur pendidikan kini telah dibuka sedikit lebih lebar.(***)

Editor : alex jefri

Berita Terkait

PANGDAM XXI/RI IMBAU WARGA TETAP TENANG, SIAGA PASUKAN HADAPI AKTIVITAS ANAK KRAKATAU
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan
Angin Berubah, Debu Anak Krakatau Bergeser Ke Banten Jabar, Aprozi Minta Posko 1X24 Jam
RDUDAM Gelar Wabinar P2KB
Pemprov Lampung Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan dari detik.com
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Desak Aparat Penegak Hukum Berantas Peredaran Senpi Ilegal di Lampung Utara
Bengkel Sastra: Ari Pahala Jelaskan Teori Eliot Tentang Puisi yang Baik
Angkasa Pura Bandara Radin Inten II Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 06:05 WIB

PANGDAM XXI/RI IMBAU WARGA TETAP TENANG, SIAGA PASUKAN HADAPI AKTIVITAS ANAK KRAKATAU

Senin, 7 September 2026 - 05:58 WIB

Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan

Senin, 7 September 2026 - 05:54 WIB

Angin Berubah, Debu Anak Krakatau Bergeser Ke Banten Jabar, Aprozi Minta Posko 1X24 Jam

Selasa, 1 September 2026 - 06:05 WIB

RDUDAM Gelar Wabinar P2KB

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Pemprov Lampung Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan dari detik.com

Berita Terbaru

Screenshot

Pemerintahan

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:10 WIB

Pendidikan

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:40 WIB