Festival Filsafat Terbesar Di Indonesia; KLASIKA Akan Bicarakan Otoritas dan Politik

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 3 Desember 2023 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERANDALAPPUNG.COM – Festival Filsafat tahunan terbesar di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan PhilofestID kembali digelar. Dalam gelaran yang keempat ini PhilofestID akan diselenggarakan di SMA Yos Sudarso Metro, Lampung pada 05-07 Desember 2023.

Sejumlah komunitas filsafat, akademisi, hingga pegiat filsafat akan tampil menyuguhkan gagasannya. Termasuk para pegiat Filsafat di Lampung, salah satunya Kelompok Studi Kader (Klasika) yang dalam hal ini akan disampaikan langsung oleh Founder Klasika Chepry Chairuman Hutabarat.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam gelaran PhilofestID sebelumnya, Klasika mewakili Lampung turut terlibat dan membicarakan seputar ekosistem filsafat. Kini, Klasika akan membicarakan Otoritas dan Politik dalam Skena Filsafat.

 

Founder Klasika, Chepry Chairuman Hutabarat saat dimintai keterangan mengatakan, dalam kesempatan PhilofestID ini ia akan mencoba membahas dimensi politik yang lebih dalam dari realitas politik yang hari ini cenderung praktis, pragmatis, transaksional hingga irasional.

 

Secara umum, pria yang kerap disapa Bang Che ini akan menyampaikan dua pokok pikiran yaitu maraknya privatisasi ruang publik dan ekonomisasi politik.

Baca Juga :  Bawaslu Pesbar MoU Dengan Kwarcab Pesisir Barat Terkait Saka Adhyasta Pemilu

Pertama, menyangkut privatisasi ruang publik, menurutnya politik berasal dari kata polis yang menjadi antitesa dari oikos (keluarga). Dimensi politik adalah dimensi publik yang berusaha menjawab persoalan menyangkut kebersamaan. Namun hari ini politik diarahkan menjadi privatisasi ruang publik.

 

“Ketika terdapat masalah diruang privat, itu disebut sebagai masalah keluraga. Segenap urusan dikeluarga menyangkut emosi seperti rasa sayang dan cenderung irasional. Ketika memasuki ruang negara (publik) maka dimensi privat harus ditanggalkan. Karena ruang publik harus rasional,” ujarnya, Minggu (03/12/2023).

 

Dia melanjutkan, dimensi publik yang rasional ukurannya adalah hukum dan aturan atau ‘rule of the game’. Ketika terdapat pejabat politik membawa-bawa urusan emosi (keluarga) ke ranah publik maka disebut dengan privatisasi publik.

 

“Membawa ruang privat ke publik tidaklah dibenarkan. Untuk menjaga privatisasi ruang publik terdapat hukum. Namun kenyataannya hukum kerap dilanggar untuk kepentingan privat baik ditingkat daerah maupun pusat,” ungkapnya.

 

Sementara yang kedua, Ekonomisasi Politik, ini adalah fakta politik hari ini. Ekonomisasi yang dimaksud hanya menjadikan politik sebagai kendaraan untuk meraup keuntungan ekonomis atau uang.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Masyarakat, Mardiana : Akan Saya Perjuangkan Dengan Maksimal

“Meraup keuntungan melalui politik ini juga bersifat personal atu private,” imbuhnya.

 

Dia mengatakan fakta politik hari ini semakin menjauh dari politik yang ideal bahkan minim dibicarakan. Padahal yang ideal penting untuk terus disuarakan untuk mengimbangi politik yang kian praktis, pragmatis dan transaksional.

“Tugas seorang intelektual adalah menceritakan yang ideal untuk mengimbangi praktik-praktik politik yang mengkerdilkan dan membodohi partisipasi politik,” tukasnya.

 

Diketahui PhilofestID ini akan menghadirikan pembicara dari berbagai latar belakang. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum.

PhilofestID tahun 2023 ini mengangkat tema ‘Menenun Jejaring Komunitas Filsafat’. Dilansir dari akun Resmi PhilofestID kegiatan ini akan dilangsungkan secara luring dan daring.

 

“Bersama para narasumber, moderator hingga komunitas pendukung siap membawakan dialog, debat, dan kuliah umum, serta berbagai sesi hiburan lain berupa pentas seni dan penayangan film yang menarik dan variatif,” seperti yang ditulis akun ig PhilofestID.

Berita Terkait

Bawaslu Lampung Fokus Pengawasan Politik Uang di Pilkada 2024
Pemilu 2024 Semakin Dekat, Bawaslu Bandar Lampung Intensifkan Koordinasi
Resmi, Samsudin di Lantik Menjadi PJ Gubernur Lampung
Novriwan-Nadirsyah Kandidat Kuat Pilkada Tubaba 2024
Akademisi Institut Alifa Lampung, Beri Catatan Khusus untuk Bawaslu
Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah : Aplikasi SigapLapor Mubazir!
Bawaslu Pesbar Lakukan Pengawasan Melekat, Pada Tahapan Pemutakhiran Data Pemilih
Iqbal Optimis Bersama PSI, Membangun Bandar Lampung Berbasis Digital
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Juni 2024 - 17:48 WIB

Bawaslu Lampung Fokus Pengawasan Politik Uang di Pilkada 2024

Kamis, 20 Juni 2024 - 16:24 WIB

Pemilu 2024 Semakin Dekat, Bawaslu Bandar Lampung Intensifkan Koordinasi

Rabu, 19 Juni 2024 - 11:51 WIB

Resmi, Samsudin di Lantik Menjadi PJ Gubernur Lampung

Sabtu, 15 Juni 2024 - 16:47 WIB

Novriwan-Nadirsyah Kandidat Kuat Pilkada Tubaba 2024

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:10 WIB

Akademisi Institut Alifa Lampung, Beri Catatan Khusus untuk Bawaslu

Jumat, 14 Juni 2024 - 13:04 WIB

Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah : Aplikasi SigapLapor Mubazir!

Kamis, 13 Juni 2024 - 18:44 WIB

Bawaslu Pesbar Lakukan Pengawasan Melekat, Pada Tahapan Pemutakhiran Data Pemilih

Kamis, 13 Juni 2024 - 15:54 WIB

Iqbal Optimis Bersama PSI, Membangun Bandar Lampung Berbasis Digital

Berita Terbaru

Nasional

Bawaslu Lampung Fokus Pengawasan Politik Uang di Pilkada 2024

Jumat, 21 Jun 2024 - 17:48 WIB

Tangkap Layar YouTube Kemendagri.

Nasional

Resmi, Samsudin di Lantik Menjadi PJ Gubernur Lampung

Rabu, 19 Jun 2024 - 11:51 WIB